Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Khutbah Jum'at: Tafsir Al-Quran Surat Adz-Dzariyat ayat 56-58 (Hakekat Tauhid dan Kedudukannya 1)

ustadzmu.com ~ Khutbah Jum'at: Tafsir Al-Quran Surat Adz-Dzariyat ayat 56-58 (Hakekat Tauhid dan Kedudukannya 1). Para pembaca ustadzmu dimanapun Anda berada, berikut ini ustadzmu sajikan khutbah jum'at tentang Hakekat Tauhid dan Kedudukannya (Bagian Pertama) yang mengulas tafsir dari Al-Quran Surat Adz-Dzariyat ayat 56-58.

Silakan dibaca, semoga bermanfaat untuk siapa saja yang yang sedang mencari materi khutbah jum'at atau mencari materi kultum atau ceramah. Jangan lupa berbagi, dengan meng-klik tombol share sosial media yang ustadzmu sediakan. Terima kasih, jazaakallahu khairan. 

Khutbah I (Khutbah Pertama)

الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ.

Alhamdulillah, segala puja dan puji milik Allah Rabb semesta alam, kita memuji, memohon pertolongan, dan memohon ampun kepadaNya. 

Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi akhir zaman, Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Jama'ah Jum'at Hafizhakumullah,
Lewat mimbar jum'at ini, khatib wasiatkan kepada diri khatib pribadi dan kepada jama'ah jama'ah semuanya, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan menjalankan perintah-perintahNya, menjauhi segala larangannya.

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kalian wafat kecuali dalam keadaan Islam. "

Jama'ah Jum'at Hafizhakumullah,
Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat, 56-58:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون * مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ * إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai kekuatan lagi Sangat Kokoh. (QS. Adz-Dzariyat, 56-58).

Jama'ah Jum'at Hafizhakumullah,
Allahu Subhanahu wa Ta'ala mengkhabarkan kepada kita bahwasanya Dia-lah yang menciptakan jin dan manusia. Dan sesungguhnya hikmah dari penciptaan jin dan manusia adalah untuk mengesakan Allah dalam beribadah dan kufur atau mengingkari selain Allah. Sesungguhnya Allah tidak menciptakan mereka untuk kepentinganNya sendiri, akan tetapi Allah menciptakan mereka untuk beribadah. Allah juga menjamin rizki mereka, sedangkan Allah itu maha menepati janji, maha kuasa untuk mewujudkannya, sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Kokoh. 

Ibadah ialah penghambaan diri kepada Allah ta’ala dengan mentaati segala perintah Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW. Dan inilah hakekat agama Islam, karena Islam maknanya ialah penyerahan diri kepada Allah semata, yang disertai dengan kepatuhan mutlak kepada-Nya, dengan penuh rasa rendah diri dan cinta.

Ibadah berarti juga segala perkataan dan perbuatan, baik lahir maupun batin, yang dicintai dan diridhoi oleh Allah. Dan suatu amal akan diterima oleh Allah sebagai ibadah apabila diniati dengan ikhlas karena Allah semata dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Ketika menafsirkan surat Adz-Dzariyat ayat 56-58 Al-Imam Ibnu Katsir menjelaskan:
Sesungguhnya Allahu Subhanahu wa Ta'ala menciptakan jin dan manusia agar Allah memerintahkan mereka untuk menyembah-Nya, bukan karena Allah membutuhkan mereka.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu: melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Adz-Dzariyat: 56) Yakni agar mereka mengakui kehambaan mereka kepada-Ku, baik dengan sukarela maupun terpaksa.

Demikianlah menurut apa yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Menurut Ibnu Juraij, makna yang dimaksud ialah melainkan supaya mereka mengenal-Ku.

Jama'ah Jum'at Hafizhakumullah, 
Makna ayat dari surat Adz-Dzariyat ayat 56 dan 57 adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan hamba-hamba agar mereka menyembah-Nya semata tiada sekutu bagi-Nya. Maka barang siapa yang menaati perintah ini, Dia akan membalasnya dengan balasan yang sempurna. Dan barang siapa yang durhaka kepada-Nya, maka Dia akan menyiksanya dengan siksaan yang keras. Dan Allah memberitahukan kepada mereka bahwa Dia tidak membutuhkan mereka, bahkan sebaliknya merekalah yang berhajat kepada-Nya dalam semua keadaan mereka. Karena Dialah Yang menciptakan mereka dan Yang memberi mereka rezeki.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam telah menceritakan hadis qudsi, bahwa Allah Swt. telah berfirman: Hai anak Adam, tekunlah beribadah kepada-Ku, niscaya Kupenuhi dadamu dengan kekayaan dan Kututup kefakiranmu. Dan jika kamu tidak melakukannya, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak mau menutup kefakiranmu. (HR. Ahmad, Turmudzi, dan Ibnu Majah. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib.) 

Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Waki', dari Abu Mu'awiyah, dari Al-A'masy, dari Salam ibnu Syurahbil yang mengatakan bahwa ia telah mendengar Habbah dan Sawa (kedua putra Khalid) mengatakan, "Kami datang kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam saat beliau sedang melakukan suatu pekerjaan atau sedang membuat suatu bangunan —menurut Abu Mu'awiyah sedang membetulkan sesuatu—. Lalu kami membantunya, dan setelah selesai, beliau Shalallahu'alaihi Wasallam mendoakan kami. Sesudah itu beliau Shalallahu'alaihi Wasallam bersabda: 'Janganlah kamu berdua berputus asa dari rezeki selama kepalamu masih dapat digerakkan. Karena sesungguhnya manusia itu dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan bayi merah tanpa mengenakan apa pun, kemudian Allah memberinya karunia dan rezeki'.”

Jama'ah Jum'at Hafizhakumullah,
Prof. DR. Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir ketika menafsirkan surat Adz-Dzariyat ayat 56-58 menjelaskan:
Penciptaan manusia untuk beribadah bukanlah karena ada suatu kebutuhan dari Sang Khaliq karena Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Kaya dan tiada membutuhkan suatu apa pun dari ibadah para hamba sedikit pun.

Penciptaan mereka juga bukan untuk dieksploitasi dan dimanfaatkan untuk melayani dalam menyediakan makanan dan minuman, atau untuk penjagaan, pengamanan, dan pengawalan, sebagaimana yang dilakukan oleh para majikan terhadap para budaknya.

Allah Suhanahu wa Ta'ala adalah Maha Pemberi rezeki Yang memberi rezeki kepada selain-Nya, Dia adalah Mahakuasa lagi Mahakuat Yang tidak membutuhkan suatu apa pun selain-Nya untuk memperkuat diri.

Kalimat (هُوَ الرَّزَّاقُ) adalah menjelaskan alasan mengapa Allah tidak menghendaki rezeki dari mereka. Kalimat (ذُو الْقُوَّةِ) menjelaskan alasan mengapa Allah tidak menghendaki pekeriaan dari mereka. Karena orang yang menginginkan rezeki, berarti ia adalah orang fakir yang butuh. Barangsiapa yang menginginkan pekerjaan dari orang lain, atau dengan kata lain, menginginkan seseorang melakukan suatu pekerjaan untuknya, berarti ia adalah orang yang lemah, tidak memiliki kekuatan dan kemampuan.

أقول هذا القول وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب فاستغفروه يغفر لكم إنه هو الغفور الرحيم


Khutbah ke-2 (Khutbah Kedua)

الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kalian wafat kecuali dalam keadaan Islam. "

Jama'ah Jum'at Hafizhakumullah,
Apa faidah yang dapat diambil dari Al-Quran surat Adz-Dzariyat ayat 56-57? Diantara faidah yang dapat kita ambil adalah:
1. Hikmah diciptakannya jin dan manusia adalah untuk mengesankan Allah dengan beribadah, mengabdi, menghamba hanya kepadaNya

2. Dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 menetapkan akan keberadaan makhluk Allah Subhanahu wa Ta'ala yang bernama jin.

3. Sempurnanya kekayaan Allah. Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak membutuhkan makhlukNya

4. Sesungguhnya sumber rizki adalah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, akan tetapi hamba Allah diperintahkan untuk melakukan sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki. 

5. Penetapan adanya dua nama dari nama-nama Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rizki) dan Al-Matin (Maha Kokoh)

Akhirnya, di penghujung khutbah kedua ini, mari kita berdo kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, sesungguhnya Dia Maha Mengabulkan Do'a-doa hambaNya. 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد ، وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِيْ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

اللهُمَّ إِنِّا نَعُوذُ بِكَ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ وَنَحْنُ نَعْلَمُ , وَ نَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Rabu, 26 Rajab 1445 H
Abu Farhan Fahrudin El-Sraganiy

Referensi Khutbah:
- Tafsir Ibnu Katsir [Tafsir Al-Quran Al-'Adhim] (Al-Imam Ibnu Katsir) 
- Tafsir Al-Munir (Prof.DR Wahbah Az-Zuhaili)
- Al-Jadid fiy Syarh Kitab At-Tauhid (Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz as-Sulaiman al-Qar'awi)

Posting Komentar untuk "Khutbah Jum'at: Tafsir Al-Quran Surat Adz-Dzariyat ayat 56-58 (Hakekat Tauhid dan Kedudukannya 1)"

Iklan

Close x