Mensyukuri Nikmat

0
Syarah Bulughul Maram - Mensyukuri Nikmat

Mensyukuri Nikmat

Berikut ini adalah syarah Bulughul Maram min Adillatil Ahkam hadits nomor 1250.

1250. Dari Abu Hurairah RA, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, 
“Lihatlah orang yang lebih rendah darimu dan janganlah engkau melihat orang yang diatasmu, karena sesungguhnya hal itu lebih pantas untuk membuatmu tidak menyepelekan nikmat AlIah yang Ia karuniakan kepadamu. ” [Muttafaq ‘Alaih/ Bukhari (6490) dan Muslim (2963)]

Ajdar: Maksudnya lebih berhak dan lebih berakhlak agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.

Syarah Bulughul Maram Hadits Nomor 1250

Faidah yang Dapat Diambil dari Hadits 

Hal-hal penting, pelajaran, atau faidah yang dapat diambil dari hadits di atas adalah sebagai berikut ini:
1. Ketenangan hati tidak akan diperoleh kecuali dengan membaguskan pandangan terhadap apa-apa yang telah Allah berikan bagi seorang hamba. Maka apabila seseorang telah mampu untuk membuat hatinya menjadi qana’ah dan meresapi serta menghayati segala curahan nikmat dari yang Maha Kasih, tatkala itulah ketenangan hati dan perasaan ridha terhadap segala yang diberikan Ailah akan tercipta. Kala itu, ia pun tidak akan merasa rakus terhadap siapa saja yang Allah beri kelebihan kepada mereka dari perkara-perkara keduniaan dan dikala itu pandangannya pun tidak akan semata-mata terfokus kepada orang-orang yang berada diatasnya menurut ukuran keduniaan. 

Dengan melakukan ini sajalah, maka ketenangan hati dan kebahagiaan hidup akan tercapai dan jika tidak demikian, maka bagaimanapun keadaannya, ia pastilah akan mendapati seorang yang melebihi kedudukannya. Maka pada saat itu, keletihan; kecemasan; dan kesengsaraan hidup akan terus menghantuinya hingga ia pun lalai dan lengah untuk membekali diri dalam rangka menempuh perjalanan hidup yang abadi nan kekal.

2. Nabi SAW membimbing umatnya untuk senantiasa bersitat qana’ah dan ridha terhadap segala karunia Allah. Maka beliau memerintahkan mereka untuk melihat orang-orang yang berada dibawah mereka dalam urusan keduniaan, karena sesungguhnya setiap hamba, bagaimanapun takdirnya tetap saja ada orang-orang yang berada dibawah mereka dan demikianlah seterusnya. Karena itu, jika seorang hamba merenungi dengan benar hakekat dari karunia Allah, maka ia akan mengetahui betapa besarnya karunia Allah Taala kepada mereka. 

Dan ajaran yang bijak ini akan menjadikan jiwa seseorang menjadi tenang dan bahagia; akan menambah kesabaran seorang hamba terhadap ujian yang ditimpakan Allah atas mereka. 

3. Adapun terhadap urusan-urusan akhirat, maka hendaklah seseorang melihat orang-orang yang berada di atas mereka, dan hendaklah ia merasakan bahwa dirinya adalah seorang yang masih diliputi oleh banyak kekurangan, serta hendaklah mereka itu merasa iri terhadap orang-orang yang lebih dari diri mereka. Allah Ta’ala bertirman, 
“Bergegaslah kalian menuju ampunan dari Allah dan surga yang luasnya meliputi langit dan Bumi yang di peruntukkan kepada orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Aali ‘Imraan [3]: 133) 

“Mereka itu berlomba-lomba di dalam meraih kebaikan dan merekalah orang-orang pertama yang mengerjakannya. (Qs. Al-Muminuun [23 ]: 61) 

“Dan terhadap yang demikian itu (surga dengan segala kenikmatannya), hendaklah seseorang saling berlomba-Iomba." (Qs. Al-Muthaffifiin [83]: 26) 

Dan disebutkan pula dalam Shahih Muslim dari hadits Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
“ Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada seorang mukmin yang Iemah, dan pada masing-masing dari mereka ada kebaikan. Perhatikanlah apa sajayang bermanlaat bagimu dan minta tolonglah kepada Allah serta janganlah engkau merasa lemah" 

Disebutkan juga di dalam Ash-Shahihain dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda, 
“Neraka itu dikelilingi oleh syahwat sedangkan surga diliputi oleh hal-hal yang di benci oleh hawa nafsu".

Disarikan dari Syarah Bulughul Maram (Taudhihul Ahkam min Bulughil Maram)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)